Objek Wisata Ketapang Kalimantan Barat

Lokasi

Istana Muliakarta terdapat di Desa Muliakarta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Lokasi

Makam Keramat Tujuh Jln. Pangeran Kusuma Ratya, Muliakarta, Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat

Lokasi

Pulau Sawi terletak di kecamatan Kendawangan, Ketapang , Kalimantan Barat

Lokasi

Pantai Tanjung Belandang terletak di Sungai Awan kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Advertisements

Wadah kegiatan Pendidikan Luar Sekolah

  1. Kursus

Kursus adalah suatu lembaga kegiatan belajar dan mengajar yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Sumber belajar dapat berupa ceramah, diskusi, latihan, praktek, dan penugasan. Dan pada akhir kursus ada evaluasi unt5uk menentukan keberhasilan dalam bentuk STTB.

2. kelompok belajar

Kelompok belajar adalah lembaga kegitan belajar mengajar yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu tergantung kebutukan warga belajar.Program belajar dapat berupa paket – paket belajar dan dapat disusun bersama antara sumber belajar dan warga belajar.Sumber belajar dapat berperan sebagai tutor dan dapat pula sebagai pendidik.

3. Pusat Pemagangan

Pusat pemangangan adalah suatu lembaga kegiatan belajar mengajar yang merupakan pusat kegiatan kerja sehingga peserta didik dapat belajar dan bekerja .

4. Pusat Kegiatan Belajar

PKB berada dalam masyarakat luas seperti, pesantren, perpustakaan, gedung kesenian, toko, rumak ibadat dan lainnya .Dalam PKB ini masyarakat dapat memilih mana kegitan belajar yang is inginkan

Negeriku

Hai kau yang menjadi batu

Tak bergerak sedikit pun

Apakah hatimu sudah kaku

Apakah hatimu sudah terpaku

Lihat tanahmu kini

Tak kau urus

Tak kau pedulikan

Lupakah kau akan kau tinggal

Kau biarkan usang dan terbuang

Ingatlah ini rumahmu

Lanjutkan perjuangannya

Lanjutkan kemegahannya

Demi negara kita

Sasaran Pendidikan Luar Sekolah

1. Pendidikan Luar Sekolah untuk pemuda

Penyebabnya :

  • banyak anak – nak usia sekoalh yang tidak memperoleh pendidikan formal
  • mereka masih memperoleh pendidikan yang masih tradisional
  • mereka memperoleh latihan kecakapan khusus melalui pola – pola pergaulan
  • mereka dituntut memperlajari norma – norma dan tanggung jawab sebagai sangsi dari masyarakat

2. Pendidikan luar sekolah untuk orang dewasa

Penyebabnya:

  • Orang – orang dewasa yang tertarik terhadap profesi kerja
  • orang dewasa tertarik kepada keahlian

Dalam rangka memperoleh pendidikan luar sekolah ini dapat ditempuh melalui :

  • kursus seperti menjahit, komputer, dan otomotif
  • training
  • programkeaksaraan fungsional
  • kelompok belajar

berikut gambaran dalam PKBM

Hari Bumi Untuk Semua

Setiap tanggal 22 April merupakan hari di mana para umat manusia yang tinggal di bumi memberikan apresiasi kita terhadap bumi yang menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Tujuan Hari bumi ini dimaksudkan agar para penduduk bumi dapat meningkatkan kesadaran dan sebagai moment di mana umat manusia di bumi memikirkan bagaimana nasib bumi kelak. Bukan hanya sebagai ajang berfikir tapi juga berfikir dan bagaimana bertindak dan dijadikan sebuah komitmen untuk menjadikan kehidupan ke arah yang lebih baik karena itu diperlukan langkah nyata yang dilakukan oleh kita semua dalam menjaga lingkungan bumi kita ini.

Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, peradaban manusia semakin berkembang seperti halnya dengan pendidikan, pengetahuan, teknologi serta perindustrian, hal ini berjalan berdampingan dengan kemampuan manusia yang semakin berkembang dalam segala bidang kehidupannya. Akan tetapi, ada hal yang disayangkan yaitu tidak semua perkembangan kehidupan di bumi berefek positif tetapi juga menimbulkan efek yang negatif terhadap bumi. Efek negatif memberikan dampak yang buruk pula bagi bumi kita ini, maka efek negatif ini yang harus kita perkecil sehingga tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan di bumi ini.

Salah satu dampak yang ditimbulkan dari efek negatif yaitu terjadinya global warming (pemanasan global).Di mana lapisan ozon (O3) yang mengakibatkan suhu bumi menjadi semakin panas dan perubahan iklim yang sangat ekstrim sehingga bongkahan – bongkahan es yang berada di Kutub Utara perlahan – lahan mencair dan ini menjadi ancaman besar bagi kelangsungan kehidupan di bumi. Maka dari itu, hari bumi ini merupakan moment untuk mengingatkan kita bahwa apa yang harus kita perbuat untuk bumi kita ini.

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk tetap menjaga lingkungan di bumi kita ini, beberapa cara yang dapat kita lakukan seperti menanam tanaman, hemat air, hemat listrik, tidak membuang sampah di sembarang tempat, penggunaan kendaraan bermotor jangan terlalu sering, melakukan uji emisi gas, pembuangan limbah produksi tidak sembarangan, dan yang paling penting yaitu hentikan pembalakan hutan dengan membabi buta dan banyak hal lain lagi yang dapat kita lakukan demi kelestarian bumi kita ini.

Mencintai bumi harus dimulai dari diri sendiri dan kita harus saling mengingatkan antar sesama manusia. Jadi dengan adanya Hari Bumi ini mengingatkan kita nagaimana kita  harus “santun” terhadap alam, kita harus bisa membaca dan memahami isyarat – isyarat dari dampak yang ditimbulkan. Pemanasan global dan perubahan iklim adalah salah satu isyarat bagi manusia agar kita menghargai alam, merawat bumi dengan cara memberi yang terbaik pada bumi merupakan salah satu contohnya demi kelangsungan bumi kita ini.

Kaitan Tujuh Unsur Kebudayan dengan Wujudnya

Teknologi

    • Sistem budaya               : Peningkatan tenaga pengajar mengajar  menggunakan teknologi komputer
    • Sistem sosial                  : Mengadakan pelatihan , penyediaan fasilitas  seperti komputer dan LCD.
    • Hasil                              : Tenaga pengajar tidak gaptek ( gagap teknologi ) dan dapat mempermudah proses belajar

Bahasa

    • Sistem Budaya              : Meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari – hari.
    • Sistem Sosial                 : Membiasakan berbahasa Indonesia pada saat di sekolah maupun dalam waktu kerja seperti pada saat di kantor dan dalam lingkungan keluarga.
    • Hasil                              :  Penduduk Indonesia dapat mengenal bahasa persatuan dan dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Religi

    • Sistem Budaya              : Membangun sistem pendidikan berbasis imtak ( iman dan takwa )
    • Sistem Sosial                 : Meningkatkan ajaran agama di sekolah – sekolah,mendirikan tempat ibadah di sekolah seperti musola, mengadakan kegiatan kerohanian di sekolah,dan membentuk organisasi kerohanian di sekolah.
    • Hasil                              : Para siswa maupun mahasiswa akan lebih mengenal ajaran agama dan bertindak sesuai ketentuan agama sehingga memiliki moral yang baik.

Mata Pencarian

    • Sistem Budaya              : Meningkatkan lapangan kerja dan penghasilan penduduk desa.
    • Sistem Sosial                 :  Mengadakan sosialisasi cara – cara bercocok tanam yang baik, mengadakan pelatihan kursus kerajinan seperti membuat wayang dari kulit, dan merajut maupun membatik.
    • Hasil                              : Warga desa tidak ada yang menjadi pengangguran dan kualitas SDM maupun tingkat penghasilan dapat meningkat

Kesenian

    • Sistem Budaya              : Meningkatkan keahlian dalam bidang seni tari tradisional
    • Sistem Sosial                 : Mengikuti kursus tari di sanggar tari, mengenali arti gerakan – gerakan dalam seni tari
    • Hasil                              : Masyarakat dapat mengenal seni tari dan dapat memperagakan seni tari dan seni tari pun dapat terlestarikan.

Pengetahuan

    • Sistem Budaya              : Meningkatkan  wawasan dalam seni kerajinan membatik
    • Sistem Sosial                 :  Berkunjung ke daerah mengrajin batik dan mempelajari cara membatik dan mengetahui bahan – bahan yang digunakan.
    • Hasil                              : Masyarakat memiliki wawasan membatik dan akan lebih senang dan terbiasa dalam menggunakan batik

Organisasi

    • Sistem Budaya              : Meningkatkan minat berorganisasi dalam kehidupan kampus
    • Sistem Sosial                 : Mengadakan sosialisasi tentang organisasi, organisasi mengadakan kegiatan – kegiatan yang bersifat kemasyarakatan seperti bakti sosial
    • Hasil                              : Banyaknya mahasiswa yang dapat mengenal lebih jauh tentang organisasi dan bergabung ke dalamnya.

Perilaku Penyebab Masalah Anak dalam PAUD

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah  jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. PAUD menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan sang anak. Menperhatikan pertumbuhan perilaku hal yang penting dalam mendidik anak.

Dalam pendidikan anak usia dini, para pendidik mengalami hambatan dan tantangan dalam hal mengembangkan peserta didiknya yaitu berhubungan dengan perilaku peserta didik dalam kelas .Perilaku yang sering bersifat negative peserta didik mengakibatkan munculnya perilaku bermasalah . Pencegahan terhadap timbulnya masalah seperti ini harus dilakukan agar tidak semakin menjadi suatu permasalahan yang lebih besar.

Mengajar anak usia dini merupakan tanggung jawab yang berat. Usia merupakan masa kritis perkembangan kognitif, kemandirian, koordinasi motorik, kreativitas, dan sikap positif terhadap hidup. Pendidik anak usia dini harus membimbing dengan penuh kasih sayang bagi para anak – anak. Menciptakan suasana masa prasekolah yang menyenangkan dapat mendorong anak untuk giat belajar.

Para pendidik dalam PAUD mengalami hambatan dan tantangan dalam mengembangkan peserta didiknya yaitu berhubungan dengan perilaku – perilaku peserta didik. Perilaku yang bersifat negatif yang dilakukan oleh peserta didik mengakibatkan munculnya perilaku bermasalah. Pencegahan terhadap timbulnya masalah seperti ini harus dilakukan agar tidak menjadi permasalahan yang dapat mengganggu aktifitas belajar dalam PAUD.

Perilaku tersebut merupakn tantangan bagi para pendidik, karena tidak ada pendidik yang terbebas dari masalah justru ini menjadikan tantangan sendiri dalam mendewasakan diri pendidik serta dapat memperbaiki pengetahuan dan keterampilan pendidik dalam memberikan reaksi terhadap perilaku anak.

  1. Perilaku Negatif  Anak Usia Dini, Dampak, dan Solusi Penanganan

Perilaku – perilaku negatif yang menimbulkan masalah  menandakan anak bukan sebuah barang cetakan melainkan suatu pribadi unik. Anak bisa dididik untuk bersikap baik terhadap orang lain dengan mengamati perilaku baik orang tua atau pendidik, dengan penjelasan spesifik mengenai perilaku baik, dengan tindakan orang dewasa yang menghargai, memperhatikan serta memberi pujian ketika mereka menunjukkan sikap tersebu. Contoh perilaku – perilaku negatif yang dilakukan oleh anak usia dini yaitu :

  • Anak sering mengalami kekecewaan sehingga anak mudah putus asa dan malas melakukan kegitan.

Solusi yang dilakukan pendidik yaitu melakukan bicara kepada anak dan mencari tahu sumber kekecewaannya

  • Anak sering menangis dan cemberut sehingga anak tidak mau bergabung  dengan temannya.

Solusi yang dilakukan pendidik seperti memberikan penjelasan  dengan mengatakan “ Kamu membuat dirimu sendiri sedih saat kamu seharusnya bisa merasa senang bermain dengan teman – teman “

  • Anak sering menggunakan bahasa kasar sehingga mengakibatkan menimbulkan perilaku tidak sopan dan dapat menyakiti teman lainnya.

Solusi yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah mengajarkan cara berbicara dan kata – kata yang bisa diterima dan tidak di dalam kelas .

  • Anak sering mencuri sehingga menimbulkan keributan dan kerugian oleh temannya.

Solusi yang dapat dilakukan oleh pendidik yaitu mencari barang curian dan pelakunya. Hal ini akan lebih mudah karena anak dalam usia demikian masih lugu sehingga dapat ditebak dari perilakunya.

  • Anak sering melakukan masturbasi sehingga mengakibatkan para peserta didik lain melihat dan menirukan aktifitas tersebut.

Solusi yang dilakukan adalah mengalihkan perhatian kepada sang anak agar bisa bermain dengan menggunakan tangannya dan memberikan penjelasan kepada sang anak bahwa masturbasi adalah perbuatan yang tidak baik dilakukan dan hal yang pribadi
.

  • Anak sering marah – marah sehingga banyak teman yang menghindarinya.

Solusi yang dapat dilakukan yaitu mengajar bicara sang anak seperti “ Rini sedang marah ya?Ibu ngerti kok, tapi marah itu ga baik mending kita main aja yuk!” .

  • Anak yang hiperaktif sehingga mengakibatkan temannya merasa terganggu dan dapat membahayakan anak.

Solusi yang dapat dilakukan menata lingkungan yang aman bagi sang anak sehingga gerakan – gerakan yang dilakukannya tidak membahayakan.

Pendidikan Luar Sekolah

Sekarang ini tingkat sumber daya manusia  di negara kita ini sangat rendah n sekarang ini sudah ada terobosan dalam memperbaiki hal ini yaitu dengan adanya pendiidkan luar Sekolah rendahnya SDM kita tidak terlepas dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, terutama pada usia sekola yang disebabkan oleh banyak hal, misalnya ketidakmampuan anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagai akibat dari kemiskinan yang melilit kehidupan keluarga, atau bisa saja disebabkan oleh oleh angka putus sekolah, hal yang sama disebabkan oleh factor ekonomi.
Oleh sebab itu, perlu menjadi perhatian pemerintah melalui semangat otonomi daerah adalah mengerakan program pendidikan non formal tersebut, karena UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara lugas dan tegas menyebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus ditumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat, dan pemerintah ikut bertanggungjawab kelangsungan pendidikan non formal sebagai upaya untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun.
PLS memusatkan perhatiannya pada usaha pembelajaran di bidang keterampilan lokal, baik secara sendiri maupun terintegrasi. Diharapkan mereka mampu mengoptimalkan apa yang sudah mereka miliki, sehingga dapat bekerja lebih produktif dan efisien, selanjutnya tidak menutup kemungkinan mereka dapat membuka peluang kerja.

Pendidikan luar sekolah ini adalah pendidikan yang teratur dan sadar dilakukan tetapi tidak terlalau mengikuti peraturan – peraturan yang tetap dan ketat.Tujuannya yaitu membantu penegembangan kualitas dan martabat sebagi individu dan warga negara yang dengan kemampuan dan kepercayaan pada diri sendiri harus dapat menegndalikan perubahan dan kemajuan.Pendidikan luar sekoalh bersifat fleksibel, lebih efisien, efektif,dan singkat .

tawuran

Hmm.. lagi lagi kejadian lagi tawuran antar pelajar seperti ini..

Apa ini yang dinamakan pelajar?

Hal seperti ini sangat disayangkan , kenapa?

tugas seorang pelajar adalah belajar di sekolah bukan seperti ini bersaing dengan para pelajar sekolah lain dengan mengandalkan otot,justru yang harus diandalkan adalah kecerdasan bagaimana bisa berfikir..

Daripada seperti ini mending kalau mau bersaing ngadain acara – acara aja kaya pertandingan sepak bola, volly atau lomba cerdas cermat asalkan jangan lupa harus spotif ea…

Ingat kalah menang itu sama jangan sampe ada iri terima kekalahan …

Ga mungkin kan dalam setiap pertandingan semuanya menang..

Mari kita tanamkan jiwa kebersamaan kita bukankah persahabatan itu lebih indah dari pada harus menjatuhkan..

sob…

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam